Berita

B20 Baru Tersalurkan 62% Dari Target

Realisasi program perluasan mandatori pencampuran 20% biodiesel ke solar atau B20 masih belum berjalan sesuai rencana. Dari awal September 2018 sampai Senin (25/9), PT Pertamina mencatat realisasi program ini baru 62% dari permintaan. Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwododo mengatakan, Pertamina mencatat realisasi pengiriman Fatty Acid Methyl Esters (FAME) pada periode 1-25 September 2018 ke sejumlah Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina baru mencapai 224.607 kiloliter (kl).

B20 Baru Tersalurkan 62% Dari Target

Jumlah itu sama dengan 62% dari jumlah FAME yang diorder Pertamina sebanyak 431.681 kl. Masalah keterlambatan ini terletak pada ketersediaan kapal angkut dari Badan Usaha (BU) Bahan Bakar Nabati (BBN) dan masalah cuaca serta produksi juga, ujar Gandhi, Rabu (26/9). Gandhi merinci, suplai FAME yang terlambat terjadi di sejumlah TBBM seperti di daerah Tanjung Uban, daerah Bau-Bau, daerah Wayame, Manggis, Tanjung Wangi, daerah Kupang, daerah Makassar, daerah Bitung, daerah STS Balikpapan, dan STS Kotabaru. Ia mengakui lokasi tersebut memang lokasi yang cukup sulit di jangkau, apalagi bila porsi permintaan untuk lokasi tersebut relatif kecil sehingga berdampak pada jadwal layar kapal ke lokasi tersebut tidak sering dari lokasi lainya.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan agar suplai FAME yang disalurkan perusahaan BU BBN dapat diserahkan pada satu suplier besar per lokasi atau ke TBBM saja, sehingga lebih memudahkan bagi industri biodiesel. Kami tawarkan one gate, disuplai ke terminal kami saja kita blending, dan suplai ke end depot, sudah B20, jadi FAME ke end depot tidak lagi mengirim ke sana, tapi mengirim ke kami saja.

Nanti kami yang akan mengirimkan lagi dalam bentuk B20, jelasnya. Gandhi menyatakan, saat ini terdapat 60 TBBM yang menerima suplai FAME dari BU BBN. Kemudian dari sejumlah TBBM Utama tersebut, BU BBN melanjutkan penyaluran kepada 45 TBBM. Terkait kendala yang dialami karena keterlambatan penerimaan bahan FAME, Gandhi optimistis bisa menyelesaikannya. Ini kan masalah waktu dan teknis saja, karena kebijakan perluasan baru diterapkan 1 September, tentu saja suplier FAME butuh persiapan produksi, transport delivery, jelasnya. Oleh karena itu, ia yakin target tenggat waktu distribusi yang diberikan pemerintah, yakni pada Oktober 2018 akan bisa terselesaikan semuanya.