Berita

Riset Mengangkat Produktivitas dan Kualitas Produk Perkebunan Part 2

Riset Mengangkat Produktivitas dan Kualitas Produk Perkebunan Part 2

Sawit

Yudayat melanjutkan, PTPN menempat – kan teknologi dan inovasi riset sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi. Sawit misalnya, rata-rata produktivitas nasional masih rendah, yaitu 3,6 ton minyak sawit mentah (crude palm oil-CPO)/ha/tahun. Angka ini masih jauh dari potensi genetik benih ung – gul yang bisa mencapai 12 ton/ ha/ tahun atau potensi optimal 6-8 ton/ha/ tahun. Priyono, Direktur Pusat Penelitian Biotek – nologi dan Bioindustri RPN menambah kan, pihaknya telah mengembangkan aplikasi pupuk yang lebih efisien dengan memanfaatkan bioteknologi mikroba. “Kalau kita mau menghasilkan produksi kelapa sawit 20 ton/ha, setiap tanaman nor malnya bu – tuh 5 kg pupuk. Kita bisa kurangi penggunaan pupuk sampai separuh dengan tambahan 1,5 kg mikroba,” jelasnya. Di samping itu, RPN juga mengembang – kan pupuk dengan daya ikat yang lebih kuat.

Secara normal jika petani menuang – kan pupuk sebanyak 5 kg per tanaman, sebanyak 70% dari jumlah tersebut akan terlepas sehingga hasil pertumbuhan dan produktivitas tidak maksimal. RPN kini telah menemukan formula pupuk yang me miliki daya ikat lebih kuat dengan po – tensi pelepasan hanya 40%. “Harganya me mang sedikit lebih mahal tapi karena pakainya sedikit dan produktivitas lebih besar, hitungan secara akumulasi jadi le – bih murah,” terangnya Luqman Erning, Peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengatakan, pihak – nya sudah memperbanyak kultur jaringan sawit. Holding PTPN sudah memutuskan untuk memproduksi 3 juta bibit sawit per tahun untuk mendukung program replan – ting (peremajaan) di seluruh PTPN Sawit. Dengan kultur jaringan harapannya target produktivitas CPO naik dari 5 ton/ha/ tahun menjadi 8 ton/ha/tahun. Tidak hanya itu, tambahnya, khusus un – tuk sawit, PPKS mempunyai biostimulan yang sudah diuji dapat meningkatkan CPO minimal 1,5 ton/ha/tahun. Biostimu lan adalah gabungan beberapa bahan or ganik berupa hormon, mikroba, protein, asam humat, asam fulvat, dan zat lain yang ber – fungsi untuk meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. “Di PTPN VI pada Tanaman Belum Meng ha silkan (TBM) sudah mulai ber bu ah. Ke mudian masuk pada Tanaman Meng ha silkan (TM) 1, bobot janjang bisa naik dari 6-10 kg dan jumlah janjang juga mengalami kenaikan dari 15 menjadi 20 janjang. Biostimulan akan digunakan oleh Holding Perkebunan Nusantara dalam ska la nasio nal untuk PTPN sawit,” pungkasnya.